top of page

Seberapa Higienis Kolam Renang Umum? Kenali Risiko Kuman yang Mengintai!

Florence Febriani Susanto
6 hari yang lalu
5 menit membaca
Seberapa Higienis Kolam Renang Umum

Berenang memang menawarkan banyak manfaat, mulai dari melatih tubuh hingga menjadi aktivitas fisik yang minim tekanan pada tulang dan persendian. Namun, pernahkah Anda memperhatikan seberapa higienis kolam renang umum sebelum ikut menceburkan diri?


Air kolam yang terlihat jernih belum tentu sepenuhnya bebas dari mikroorganisme. Beberapa patogen dapat bertahan di air dan berpotensi menyebabkan gangguan pencernaan, infeksi kulit, telinga, mata, hingga penyakit pernapasan dalam kondisi tertentu. Melansir dari BBC, ini penjelasan lengkapnya!


Seberapa Higienis Kolam Renang Umum?


Kolam renang umum digunakan oleh banyak orang dalam waktu yang berdekatan. Kondisi tersebut membuat air berpotensi terpapar berbagai mikroorganisme, terutama ketika pengelolaan kualitas air dan kebersihannya tidak dilakukan secara optimal.


Lantas, seberapa higienis kolam renang umum jika dilihat dari risiko mikroorganisme yang dapat ditemukan di dalamnya? Berikut beberapa jenis patogen yang perlu Anda ketahui.



1. Cryptosporidium


CryptosporidiumĀ menjadi salah satu patogen yang paling sering dikaitkan dengan wabah penyakit pencernaan dari kolam renang. Parasit ini dapat menyebabkan diare, muntah, dan sakit perut yang berlangsung cukup lama.


Jackie Knee, asisten profesor dari London School of Hygiene and Tropical Medicine, menjelaskan bahwa penyakit yang menyerang saluran pencernaan umumnya dapat pulih sendiri pada orang sehat. Namun, risikonya dapat lebih besar bagi anak kecil, lansia, dan orang dengan sistem imun yang lemah.


Parasit ini dapat masuk ke tubuh ketika seseorang tidak sengaja menelan air yang telah terkontaminasi. Bahkan, seseorang yang sudah tidak mengalami gejala masih dapat menyebarkan parasit tersebut melalui kotoran.


2. Bakteri Staphylococcus


Menurut Stuart Khan, profesor sekaligus kepala School of Civil Engineering di University of Sydney, bakteri oportunistik seperti StaphylococcusĀ juga berpotensi menyebabkan infeksi pada kulit.


Risikonya dapat meningkat ketika kondisi kolam atau fasilitas pendukungnya kurang terawat. Area ruang ganti yang hangat dan lembap juga dapat menjadi tempat bertahannya berbagai mikroorganisme.


3. Bakteri Penyebab Swimmer's Ear


Infeksi telinga yang dikenal sebagai swimmer's earĀ juga dapat berkaitan dengan aktivitas berenang. Kondisi ini biasanya terjadi ketika air tertinggal cukup lama di saluran telinga bagian luar.


Khan menjelaskan bahwa infeksi tersebut umumnya bukan ditularkan dari satu orang ke orang lainnya. Masalahnya lebih berkaitan dengan air yang terperangkap di dalam saluran telinga sehingga menciptakan kondisi yang mendukung infeksi.


4. Acanthamoeba


Acanthamoeba merupakan kelompok parasit yang dapat ditemukan di lingkungan berair. Meskipun infeksinya jarang terjadi, organisme ini dapat menyebabkan infeksi mata serius yang berpotensi mengganggu penglihatan.


Karena itu, kebersihan air tetap perlu diperhatikan, terutama oleh perenang yang menggunakan lensa kontak. Risiko memang tidak berarti setiap kolam akan menjadi sumber infeksi, tetapi kewaspadaan tetap penting.


5. Legionella


Risiko kesehatan dari kolam renang juga tidak selalu berasal dari air yang tertelan. Bakteri LegionellaĀ dapat berada di lingkungan kolam tertentu dan berpotensi terhirup melalui droplet udara.


Paparan tersebut dapat menyebabkan penyakit Legionnaires, yaitu infeksi paru yang serius. Meski demikian, wabah penyakit menular yang berhubungan dengan kolam renang secara keseluruhan tergolong jarang.


Apakah Klorin Bisa Membunuh Semua Kuman?


Seberapa Higienis Kolam Renang Umum

Klorin merupakan salah satu komponen penting dalam pengelolaan kolam renang. Namun, keberadaannya bukan berarti semua mikroorganisme otomatis hilang begitu saja.


Ian Young, associate professor dari Toronto Metropolitan University, mengatakan bahwa wabah penyakit akibat kolam renang tidak terlalu sering ditemukan. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa penggunaan klorin umumnya cukup efektif, meskipun sesekali tetap dapat terjadi wabah.



Efektivitas klorin juga dipengaruhi kondisi air, termasuk tingkat pH dan alkalinitas. Stuart Khan menjelaskan, kebutuhan klorin bergantung pada jumlah orang yang berada di dalam kolam karena semakin banyak pengguna, semakin besar pula kebutuhan disinfeksinya.


Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa pengelolaan kolam membutuhkan pemantauan secara berkala. Jadi, ketika membahas seberapa higienis kolam renang umum, kadar klorin saja tidak cukup menjadi satu-satunya indikator.


Mengapa Cryptosporidium Lebih Sulit Dikendalikan?


Salah satu tantangan terbesar dalam menjaga kebersihan kolam adalah Cryptosporidium. Parasit ini memiliki kemampuan bertahan terhadap kadar klorin yang biasanya digunakan dalam pengolahan kolam.


ā€œParasit Cryptosporidium sangat toleran terhadap klorin,ā€ jelas Jackie Knee.


Ia menambahkan bahwa sebagian besar patogen lain dapat mati dalam hitungan menit, sedangkan CryptosporidiumĀ dapat bertahan lebih dari satu minggu pada kadar klorin normal.


Seberapa Higienis Kolam Renang Umum

Stuart Khan menjelaskan bahwa ketahanan tersebut berkaitan dengan struktur parasit. Organisme ini dapat membentuk lapisan pelindung yang membuat bagian luarnya lebih sulit ditembus oleh berbagai faktor dari lingkungan.


Karena itu, kontaminasi dalam jumlah besar membutuhkan penanganan khusus. Pengelola kolam dapat melakukan penyaringan menggunakan sistem yang sesuai atau menerapkan super chlorinationĀ dengan kadar klorin lebih tinggi selama waktu tertentu.



Seberapa Besar Risiko Tertular Kuman Saat Berenang?


Risiko penularan tidak selalu sama pada setiap kondisi. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhinya adalah jumlah orang yang berada di kolam pada waktu tertentu.


Sebuah penelitian pada kolam renang umum di Ohio melibatkan 549 orang yang terdiri dari orang dewasa dan anak-anak. Setelah berenang selama satu jam, orang dewasa rata-rata menelan sekitar 21 mililiter air kolam, sedangkan anak-anak sekitar 49 mililiter.


Jumlah tersebut mungkin terdengar sedikit, tetapi air yang tertelan dapat menjadi jalur masuk patogen apabila sudah terkontaminasi. Penelitian lain juga menemukan bahwa CryptosporidiumĀ lebih mungkin terdeteksi ketika kolam berada pada periode ramai.


Karena itu, seberapa higienis kolam renang umum juga berkaitan dengan bagaimana pengelola mengantisipasi lonjakan jumlah pengunjung. Kepadatan pengguna dapat meningkatkan beban kontaminan dan kebutuhan disinfeksi air.


Seberapa Higienis Kolam Renang Umum

Bagaimana Cara Mengurangi Risiko Infeksi Saat Berenang?


Kabar baiknya, Anda tetap dapat menikmati aktivitas berenang dengan menerapkan beberapa kebiasaan sederhana. Kebersihan pribadi dan kepatuhan terhadap aturan kolam justru menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko penyebaran kuman.


1. Mandi Sebelum Masuk Kolam


Mandi sebelum berenang membantu membersihkan kotoran, keringat, dan sisa materi dari tubuh. Kebiasaan ini juga dapat membantu mengurangi terbentuknya chloraminesĀ di sekitar permukaan air.


Jackie Knee menyebutkan bahwa mandi sebelum masuk kolam dapat membantu menurunkan risiko penyebaran dan penularan infeksi.


2. Jangan Menelan Air Kolam


Sebisa mungkin hindari memasukkan air kolam ke dalam mulut. Langkah sederhana ini penting karena beberapa patogen penyebab diare dapat masuk ke tubuh melalui air yang telah terkontaminasi.


Terutama ketika berenang bersama anak-anak, orang tua perlu mengingatkan mereka agar tidak sengaja meminum air kolam.


3. Segera Laporkan Jika Terjadi Kontaminasi


Jika terjadi insiden seperti seseorang buang air besar di kolam, segera beri tahu pengelola. Jangan tetap berenang karena pengelola perlu melakukan tindakan penanganan terhadap kontaminasi tersebut.


Semakin cepat kejadian ditangani, semakin besar peluang untuk mengurangi risiko paparan bagi pengunjung lainnya.


4. Perhatikan Kebersihan Fasilitas


Jangan hanya melihat kondisi air. Perhatikan pula kebersihan lantai, kamar mandi, ruang bilas, dan ruang ganti karena area lembab dapat mendukung pertumbuhan mikroorganisme tertentu.



Jadi, Apakah Kolam Renang Umum Aman untuk Berenang?


Seberapa Higienis Kolam Renang Umum

Setelah memahami berbagai risiko tersebut, seberapa higienis kolam renang umum sebenarnya sangat bergantung pada kualitas pengelolaan fasilitasnya. Kolam yang dirawat dengan baik, memiliki sistem disinfeksi memadai, serta ditangani operator yang memahami prosedur kontaminasi memiliki risiko infeksi yang relatif rendah.


Jackie Knee menegaskan bahwa kolam yang dirawat dan ditangani dengan benar hanya menimbulkan risiko kesehatan yang minimal dalam konteks penyakit menular. Artinya, keberadaan kuman bukan alasan untuk menghindari aktivitas berenang sepenuhnya.


Namun, kebersihan tetap membutuhkan kontribusi dari pengelola dan pengunjung. Mandi sebelum berenang, tidak menelan air, menjaga kebersihan diri, serta segera melaporkan kontaminasi dapat membantu membuat aktivitas berenang lebih aman dan nyaman.


Komentar


bottom of page