Surabaya Hujan Es, Benarkah Akibat Pemanasan Global? Simak Fakta Berikut Ini!



Hujan es yang terjadi di 26 titik wilayah Surabaya sempat menghebohkan media sosial dan warga Indonesia Senin kemarin. Hujan lebat disertai angin kencang membuat sejumlah bangunan mengalami kerusakan yang cukup parah, menurut laporan dari BPBD Surabaya setidaknya ada sekitar 13 bangunan yang memerlukan rekonstruksi akibat bencana alam ini. Selain itu, perubahan cuaca ekstrem yang berpeluang memicu hujan es di sekitar wilayah Jawa Timur masih harus diwaspadai selama musim hujan berlangsung.


Bencana alam seperti hujan es yang pernah terjadi ini ternyata dapat diakibatkan karena beberapa faktor, baik secara alami atau pun karena global warming. Secara alami, hujan es dapat disebabkan oleh peningkatan suhu udara hangat yang terangkat ke lapisan atmosfer dan membentuk awan Kumulonimbus. Suhu diatas awan ini sangat fluktuatif dan dingin hingga mencapai titik beku (freezing point) sehingga mengubah uap air yang terkumpul menjadi kumpulan kristal es batu ketika turun ke bumi.


Di sisi lain, Secara tidak langsung pemanasan global dapat memicu peristiwa hujan es pula. Hal ini dikarenakan wilayah perkotaan besar yang seringkali terlalu sedikit lahan hijau terbuka dan memiliki tingkat aktivitas industri yang padat membuatnya tergolong ke dalam urban heat island, kondisi dimana suatu daerah memiliki fluktuasi suhu yang lebih ekstrem. Karena kota-kota besar ini memiliki banyak bangunan tinggi, beton yang digunakan pun akan menyerap panas matahari yang kemudian memantulkannya ke atmosfer sehingga membuat udara panas terperangkap dan membentuk awan Kumulonimbus penyebab terjadinya hujan es.


Meskipun hujan es merupakan fenomena alam yang lumayan sering terjadi, kamu tetap harus mewaspadainya karena berpotensi menimbulkan kerusakan terhadap bangunan serta membuat jalanan menjadi licin. Selain itu, kita sebagai masyarakat dapat meminimalisir peristiwa tersebut dengan cara berpartisipasi terhadap penghijauan bumi dan menambah jumlah ruang hijau terbuka karena ini dapat menurunkan suhu disekitarnya menjadi lebih sejuk. Pengurangan penggunaan bahan bakar karbon juga dapat sangat membantu dalam mengurangi efek gas rumah kaca akibat pemanasan global.


Yuk sama-sama kita lindungi tempat tinggal kita ini dengan lebih bertanggung jawab!

8 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua