top of page

Bau Badan Jadi Tanda Kondisi Kesehatan? Ini Penjelasannya!

Florence Febriani Susanto
2 hari yang lalu
4 menit membaca
Bau Badan Jadi Tanda Kondisi Kesehatan
Sumber: Halodoc

Pernah merasa aroma tubuh seseorang berubah, padahal ia sudah menjaga kebersihan diri? Kondisi ini mungkin membuat kamu bertanya-tanya tentang penyebabnya. Ternyata, bau badan jadi tanda kondisi kesehatan dalam situasi tertentu karena perubahan metabolisme dapat mempengaruhi senyawa kimia yang dikeluarkan tubuh.


Fenomena ini bahkan menarik perhatian para ilmuwan yang meneliti kemungkinan mendeteksi penyakit melalui aroma tubuh. Melansir BBC Future, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa penyakit tertentu dapat mengubah aroma kulit, napas, atau urine. Namun, apakah perubahan tersebut selalu menandakan masalah kesehatan? Yuk, pahami penjelasannya berikut ini!


Mengapa Kondisi Kesehatan Bisa Mempengaruhi Aroma Tubuh?


Tubuh menghasilkan berbagai senyawa kimia ketika mengolah makanan dan minuman menjadi energi. Sebagian senyawa tersebut disebut volatile organic compoundsĀ (VOCs), yaitu senyawa organik yang mudah menguap dan dapat dilepaskan melalui kulit maupun napas.



Menurut Bruce Kimball, ahli ekologi kimia dari Monell Chemical Senses Center di Amerika Serikat, penyakit atau infeksi dapat mempengaruhi metabolisme tubuh. Perubahan ini kemudian dapat mengubah jenis dan distribusi senyawa yang dihasilkan, sehingga aroma tubuh ikut berubah.


Meski begitu, tidak semua perubahan aroma dapat dikenali manusia. Sebagian senyawa hanya bisa dideteksi menggunakan peralatan khusus atau indra penciuman yang sangat sensitif. Karena itu, aroma tubuh tidak dapat dijadikan satu-satunya dasar untuk mendiagnosis penyakit.


Bau Badan Jadi Tanda Kondisi Kesehatan Apa Saja?


Bau Badan Jadi Tanda Kondisi Kesehatan
Sumber: Klik Dokter

Bau badan jadi tanda kondisi kesehatan yang menarik diteliti karena beberapa penyakit berkaitan dengan perubahan senyawa kimia tubuh. Berikut beberapa contoh yang dibahas dalam penelitian ilmiah.


1. Diabetes dan Aroma Napas Seperti Buah


Pada kondisi tertentu, tubuh dapat menghasilkan keton dalam jumlah tinggi ketika menggunakan lemak sebagai sumber energi. Penumpukan keton dapat membuat napas beraroma manis, seperti buah atau apel busuk.


Aroma tersebut dapat muncul pada ketoasidosis diabetik, komplikasi diabetes yang berbahaya. Jika napas beraroma buah disertai mual, muntah, rasa haus berlebihan, atau napas cepat dan dalam, segera cari pertolongan medis. Aroma saja tidak cukup untuk memastikan diabetes, tetapi gejala penyerta tersebut perlu diwaspadai.


2. Penyakit Hati dan Aroma Napas yang Apek


Gangguan hati tertentu dapat menimbulkan perubahan aroma napas yang dikenal sebagai fetor hepaticus. Aromanya dapat terasa apek atau menyerupai belerang akibat perubahan pengolahan zat tertentu di dalam tubuh.



Namun, tidak semua orang dengan penyakit hati mengalami perubahan aroma ini. Jika kamu juga mengalami mata menguning, perut membesar, atau kebingungan, segera periksakan diri karena gejala tersebut dapat menunjukkan gangguan serius.


3. Gangguan Ginjal dan Aroma Mirip Amonia


Ginjal berfungsi menyaring zat sisa dari darah. Ketika fungsi ginjal terganggu berat, penumpukan zat tertentu dapat mempengaruhi aroma napas, yang terkadang menyerupai amonia atau urine.


Meski demikian, aroma tersebut bukan tanda khusus penyakit ginjal. Pemeriksaan medis, termasuk tes darah dan urine jika diperlukan, tetap dibutuhkan untuk mengetahui penyebab sebenarnya.


4. Penyakit Parkinson dan Perubahan Aroma Kulit


Salah satu kisah yang menarik datang dari Joy Milne, seorang perempuan asal Skotlandia yang mampu mengenali perubahan aroma pada penderita Parkinson. Ia pertama kali menyadari aroma musky atau menyerupai aroma kayu pada suaminya, Les, bertahun-tahun sebelum suaminya didiagnosis penyakit tersebut.


Kisah ini kemudian diteliti oleh Perdita Barran, seorang ahli kimia analitik, bersama Tilo Kunath, seorang ahli saraf yang saat itu bekerja di University of Edinburgh. Dalam pengujian terhadap 12 kaus, Joy berhasil membedakan pakaian enam pasien Parkinson dari pakaian orang tanpa penyakit tersebut. Ia juga mengenali satu orang yang kemudian didiagnosis Parkinson kurang dari setahun setelah pengujian.


Temuan ini mendorong penelitian mengenai senyawa pada kulit yang berpotensi membantu mendeteksi Parkinson lebih awal. Namun, metode tersebut masih dikembangkan dan aroma tubuh belum dapat digunakan sebagai alat diagnosis mandiri.


Bagaimana Para Ilmuwan Meneliti Aroma Penyakit?


Bau Badan Jadi Tanda Kondisi Kesehatan
Sumber: Hello Sehat

Perdita Barran meneliti sebum, yaitu zat berminyak yang diproduksi kulit, untuk mempelajari perubahan senyawa pada penderita Parkinson. Bersama timnya, ia menggunakan teknik kromatografi gas dan spektrometri massa untuk memisahkan serta mengidentifikasi senyawa kimia dalam sampel kulit.


Sementara itu, Andreas Mershin, seorang fisikawan dan salah satu pendiri RealNose.ai, mengembangkan teknologi pendeteksi aroma untuk membantu mengenali pola senyawa yang berkaitan dengan penyakit. Teknologi semacam ini diharapkan dapat meniru kemampuan penciuman manusia dengan sensitivitas tinggi atau hewan yang telah dilatih.


Penelitian tersebut membuka peluang pengembangan pemeriksaan yang lebih praktis dan tidak invasif. Meski menjanjikan, teknologi pendeteksi penyakit melalui aroma masih membutuhkan penelitian serta validasi lebih lanjut sebelum dapat digunakan secara luas.



Kapan Perubahan Aroma Tubuh Perlu Diperiksakan?


Bau badan jadi tanda kondisi kesehatan yang perlu diperhatikan ketika perubahan aromanya tidak biasa, menetap, atau disertai keluhan lain. Misalnya, perubahan aroma napas tanpa penyebab jelas, perubahan bau urine, atau aroma tubuh yang muncul bersamaan dengan demam dan kondisi tubuh yang memburuk.


Kalau kamu mengalami perubahan seperti ini, jangan langsung menyimpulkan bahwa kamu memiliki penyakit tertentu. Perhatikan gejala lain dan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penilaian yang tepat. Pemeriksaan medis dapat membantu menentukan apakah perubahan tersebut berkaitan dengan kebiasaan sehari-hari atau kondisi kesehatan.


Jika aroma napas seperti buah disertai muntah, napas cepat dan dalam, atau penurunan kesadaran, segera cari pertolongan medis. Gejala tersebut dapat menandakan kondisi darurat yang tidak boleh ditunda penanganannya.


Kalau kamu mengalami bau badan yang tidak biasa dan tak kunjung hilang, jangan buru-buru mendiagnosis diri sendiri, ya! Coba perhatikan perubahan lain yang kamu rasakan dan konsultasikan dengan dokter jika diperlukan.


Komentar


bottom of page