top of page

Benarkah Flush Toilet Menyebarkan Bakteri ke Udara? Cek Faktanya!

Florence Febriani Susanto
6 hari yang lalu
5 menit membaca
Flush Toilet Menyebarkan Bakteri
Sumber: Kumparan

Pernah langsung menyiram toilet setelah digunakan tanpa menutup penutupnya? Kebiasaan sederhana ini ternyata bisa membuat partikel mikroskopis dari dalam toilet tersebar ke udara. Fenomena tersebut dikenal sebagai toilet plume, yaitu percikan aerosol yang terbentuk akibat turbulensi air saat proses penyiraman (flushing).


Hal ini bukan sekadar dugaan. Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa partikel dari proses penyiraman toilet dapat mencapai area pernapasan orang dewasa dan bertahan melayang di udara setidaknya selama 20 detik. Bahkan, menutup penutup toilet belum tentu sepenuhnya menghentikan penyebaran partikel tersebut. Lantas, seberapa besar risikonya bagi kesehatan dan bagaimana cara menguranginya?


Benarkah Flush Toilet Menyebarkan Bakteri ke Udara?


Jawabannya, ya! Flush toilet menyebarkan bakteri dan mikroorganisme lain melalui aerosol yang terbentuk saat air disiram. Proses penyiraman menghasilkan turbulensi atau pergerakan air yang cukup kuat sehingga sebagian air dan kontaminan di dalam mangkuk toilet dapat berubah menjadi partikel kecil di udara.


Temuan ini diperkuat oleh penelitian para peneliti dari Flinders University. Mereka meninjau 22 penelitian mengenai aerosol yang dihasilkan dari proses penyiraman toilet. Hasil tinjauan tersebut dipublikasikan dalam jurnal Science of the Total Environment.



Penelitian menemukan bahwa mikroorganisme dari air penyiram maupun kontaminasi di dalam mangkuk toilet dapat terbawa menjadi aerosol. Semakin tinggi tingkat turbulensi air saat penyiraman, semakin banyak partikel yang berpotensi terlepas ke udara.


Flush Toilet Menyebarkan Bakteri
Sumber: Puget Sound Plumbing

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah keberadaan bioaerosol. Ini merupakan aerosol yang mengandung material biologis, termasuk mikroorganisme yang berpotensi membawa patogen seperti:


  • Legionella

  • Virus influenza

  • Norovirus

  • Berbagai mikroorganisme dari kontaminasi tinja


Menariknya, partikel tersebut tidak hanya berada di sekitar permukaan toilet. Penelitian menemukan bahwa aerosol dapat mencapai ketinggian area pernapasan orang dewasa sehingga berpotensi terhirup.


Meski begitu, keberadaan patogen dalam aerosol tidak otomatis berarti seseorang akan terinfeksi. Risiko penularannya masih dipengaruhi oleh jenis mikroorganisme, jumlah paparan, kondisi lingkungan, dan daya tahan tubuh seseorang.


Mengapa Flush Toilet Bisa Menyebarkan Mikroorganisme?


Penyebaran mikroorganisme saat menyiram toilet berkaitan dengan proses terbentuknya aerosol. Ketika air mengalir dan menghantam permukaan air di dalam mangkuk toilet, terjadi turbulensi yang dapat menghasilkan percikan berukuran sangat kecil. Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi penyebarannya:


1. Turbulensi Air Saat Flushing


Semakin kuat turbulensi air ketika toilet disiram, semakin banyak aerosol yang berpotensi terbentuk. Gerakan air yang tidak stabil dapat melepaskan partikel dari permukaan air maupun bagian dalam mangkuk toilet ke udara.


2. Tingginya Kontaminasi Mikroorganisme


Jumlah mikroorganisme yang terdapat di dalam mangkuk toilet juga mempengaruhi potensi penyebaran bioaerosol. Semakin banyak mikroorganisme yang tersedia, semakin besar kemungkinan sebagian di antaranya ikut terbawa saat proses penyiraman.


3. Volume Air yang Digunakan


Penelitian tersebut juga menemukan bahwa volume air penyiraman yang lebih besar secara umum dapat menghasilkan lebih banyak aerosol. Hal ini berkaitan dengan meningkatnya turbulensi selama proses flushing.



4. Kondisi Ventilasi Kamar Mandi


Ventilasi berperan dalam sirkulasi udara dan membantu mengeluarkan partikel dari ruangan. Namun, berdasarkan tinjauan penelitian tersebut, pengaruh ventilasi terhadap penyebaran aerosol toilet masih belum dapat dipastikan secara konsisten.


Artinya, kamar mandi dengan ventilasi yang baik tetap penting untuk menjaga kualitas udara, tetapi tidak bisa dianggap sebagai jaminan bahwa seluruh aerosol dari toilet akan langsung hilang.


Apakah Menutup Penutup Toilet Bisa Mencegah Penyebaran Bakteri?


Flush Toilet Menyebarkan Bakteri
Sumber: Gnet Indonesia

Menutup penutup toilet sebelum menyiram memang menjadi salah satu langkah pencegahan yang disarankan. Namun, cara ini tidak sepenuhnya menghentikan penyebaran aerosol ke udara.


Lira Adiyani, penulis utama penelitian sekaligus mahasiswa doktoral di Flinders University, tetap merekomendasikan kebiasaan menutup penutup toilet setelah digunakan.


Menurutnya, proses penyiraman menghasilkan turbulensi yang dapat melepaskan aerosol ke udara sekitar. Beberapa penelitian bahkan menemukan partikel tersebut berada pada ketinggian pernapasan orang dewasa.


Meski demikian, penutup toilet tidak sepenuhnya mampu menahan partikel mikroskopis agar tidak keluar. Sebagian aerosol masih berpotensi menyebar melalui celah di sekitar penutup maupun bagian toilet lainnya.


Jadi, menutup penutup toilet tetap disarankan sebagai langkah pencegahan tambahan. Namun, kebiasaan ini perlu disertai dengan praktik kebersihan kamar mandi yang baik.


Apa Saja Risiko Bakteri di Toilet bagi Kesehatan?


Penyebaran mikroorganisme di toilet tidak hanya terjadi melalui udara. Berbagai permukaan kamar mandi juga berpotensi menjadi tempat berpindahnya bakteri dan virus akibat kontak dengan tangan maupun benda yang sudah terkontaminasi.


Dr. Lotti Tajouri, Associate Professor bidang genetika molekuler dari Bond University dan Murdoch University, turut mengingatkan bahwa risiko kontaminasi di toilet umum bisa berasal dari berbagai permukaan. Berikut beberapa hal yang perlu diwaspadai:


1. Mikroorganisme pada Gagang Pintu


Gagang pintu toilet digunakan oleh banyak orang secara bergantian. Jika seseorang menyentuh permukaan tersebut dengan tangan yang terkontaminasi, mikroorganisme dapat berpindah ke pengguna berikutnya.


2. Bakteri pada Keran Air


Setelah menggunakan toilet, seseorang biasanya menyentuh keran untuk mencuci tangan. Padahal, keran juga bisa menjadi permukaan yang terkontaminasi apabila disentuh sebelum tangan dibersihkan dengan benar.



3. Kontaminasi pada Lantai Toilet


Lantai kamar mandi umum berpotensi terkontaminasi oleh air, kotoran, dan mikroorganisme yang terbawa dari alas kaki. Karena itu, sebaiknya hindari meletakkan tas, ponsel, atau barang pribadi langsung di lantai toilet.


4. Mikroorganisme yang Menempel pada Ponsel


Kebiasaan menggunakan ponsel saat berada di toilet juga perlu diperhatikan. Dr. Lotti Tajouri mengutip penelitian yang menunjukkan bahwa sekitar 50–80% orang menggunakan ponsel di toilet.


Kontak dengan tangan yang terkontaminasi dapat membuat mikroorganisme berpindah ke permukaan ponsel. Beberapa mikroorganisme yang berpotensi ditemukan di lingkungan toilet antara lain Salmonella dan Campylobacter.


Karena itu, menjaga kebersihan tangan dan membersihkan benda yang sering disentuh menjadi bagian penting dari pencegahan kontaminasi.


Bagaimana Cara Mencegah Penyebaran Bakteri dari Toilet?


Flush Toilet Menyebarkan Bakteri
Sumber: CNN Indonesia

Meskipun flush toilet menyebarkan bakteri melalui aerosol, bukan berarti kamu harus khawatir berlebihan setiap kali menggunakannya. Ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa diterapkan untuk mengurangi risiko kontaminasi. Berikut langkah-langkahnya:


1. Tutup Penutup Toilet Sebelum Flushing


Biasakan menutup penutup toilet sebelum menyiram. Langkah ini dapat membantu membatasi penyebaran percikan dan aerosol, meskipun tidak sepenuhnya mencegah partikel keluar.


2. Cuci Tangan Menggunakan Sabun


Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah menggunakan toilet. Pastikan seluruh bagian tangan, termasuk sela-sela jari dan kuku, dibersihkan dengan baik.


3. Bersihkan Toilet Secara Berkala


Bersihkan mangkuk toilet, dudukan, penutup, tombol penyiram, dan bagian sekitarnya secara rutin menggunakan produk pembersih yang sesuai.


4. Pastikan Ventilasi Kamar Mandi Berfungsi


Gunakan ventilasi atau exhaust fan untuk membantu sirkulasi udara. Pastikan udara di dalam kamar mandi tidak terjebak terlalu lama, terutama pada toilet umum dengan intensitas penggunaan tinggi.


5. Hindari Meletakkan Barang di Lantai Toilet


Jangan meletakkan tas, ponsel, maupun barang pribadi lainnya langsung di lantai. Permukaan tersebut berpotensi menjadi tempat berkumpulnya berbagai mikroorganisme.



6. Bersihkan Permukaan yang Sering Disentuh


Gagang pintu, keran, tombol flush, dan sakelar lampu perlu dibersihkan secara rutin. Permukaan yang sering disentuh banyak orang membutuhkan perhatian lebih untuk mengurangi risiko kontaminasi silang.


Itulah penjelasan mengenai flush toilet menyebarkan bakteri ke udara. Namun, bukan berarti setiap kali menyiram toilet seseorang pasti terpapar penyakit.Ā 


Untuk toilet fasilitas umum, kebersihan tidak cukup hanya dengan membersihkan toilet. Area sekitar, permukaan yang sering disentuh, dan kualitas udara kamar mandi juga perlu diperhatikan. Dengan sanitasi yang terjaga secara menyeluruh, risiko penyebaran mikroorganisme dapat diminimalkan dan lingkungan menjadi lebih higienis.


Komentar


bottom of page